Pengertian Ekosistem | Lengkap (Macam-Macam, Contoh, Komponen)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Semangat pagi sahabat sukses, kembali lagi akan saya terbitkan informasi terbaru, kali ini saya akan menyajikan informasi mengenai Pengertian ekosistem, macam-macam ekosistem, komponen ekosistem, dan contoh ekosistem.

Tapi sebelum saya menyajikan informasi tentang pengertian ekosistem, saya akan menjelaskan mengapa saya memilih kata “semangat pagi”. Saya memilih kata ini karena saya bermaksud : ketika kita menjalani segala aktivitas, entah dari pagi, siang, sore, bahkan sampai malam kita selalu memiliki semangat yang kuat, layaknya semangat yang ada di pagi hari.

Baik, berbicara mengenai ekosistem, maka akan muncul pertanyaan di pikiran kita “Apa Sih Ekosistem”, mungkin itulah pemikiran yang ada pada orang yang kurang berpendidikan.

Tapi berbeda dengan anak-anak Bangsa Indonesia, bagi anak indonesia kata Ekosistem sudah menjadi makanan sehari-hari, karena hampir di setiap jenjang pendidikan entah SD, SMP, SMA, maupun Kuliah, pembahasan tentang ekosistem selalu melekat.

Ketika kita mendapat materi mengenai ekosistem, maka kita akan mendapat berbagai informasi penting, seperti komponen ekosistem, hingga cara pengelolaannya.

Namun banyak diantara kita kurang memperhatikan penjagaan terhadap ekosistem sehingga timbul efek-efek negatif.

Untuk itu sudah selayaknya kita lebih mendalami makna sebenarnya dari ekosistem. Langsung saja, dari pada saya terlalu banyak bicara yang kurang bermanfaat, lebih baik kita simak bersama pembahasan tentang Ekosistem.

Pengertian Ekosistem

pengertian ekosistem
haikudech.com

Tentunya ketika kita ingin membahas lebih dalam mengenai ekosistem, kita harus tau terlebih dahulu mengenai pengertian ekosistem, apa sih ekosistem…???

Ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang terbentuk dari adanya hubungan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Dapat pula diartikan sebagai tatanan kesatuan utuh antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Akan tetapi istilah ekosistem pertama kali dipopulerkan oleh A.G Tansley (1935), sebelumnya pengertian ekosistem telah dikenal dengan sebutan Bioconenosis oleh Karl mobius.

Pada tahun (1887) S.A Forbes menulis tentang mikrokosmos, yang memiliki persamaan definisi dengan pengertian ekosistem.

Ekosistem juga diartikan sebagai holocoen oleh Friedrichs (1930), dan biosistem oleh Thieneman (1939), kemudian Vernadsky (1944) sebagai bioenert body.

Ada beberapa pakar yang menjelaskan tentang definisi ekosistem, diantaranya :

Pengertian Ekosistem Menurut A.G Tansley

  • A.G Tansley menyebutkan, ekosistem adalah sebuah unit ekologi (an ecological unit) yang didalamnya terdapat struktur dan fungsi. Struktur disini dimaksudkan adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies. Jika terdapat dalam ekosistem yang strukturnya komplek, maka akan memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi.
  • Fungsi yang dimaksud adalah berhubungan dengan siklus materi dan arus energi melalui komponen-komponen ekosistem.

Pengertian Ekosistem Menurut Woodburry (1954)

  • Pengertian ekosistem adalah tatanan kesatuan secara kompleks didalamnya terdapat habitat, tumbuhan dan bintang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi.

Pengertian Ekosistem Menurut Odum (1993)

  • Ekosistem merupakan unit fungsional dasar dalam ekologi yang didalamnya terdapat organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan diantara keduanya saling mempengaruhi.

Pengertian Ekosistem Menurut Soemarwoto (1983)

  • Ekosistem yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
  • Hubungan timbal balik terwujudkan dalam rantai makanan dan jaring makanan yang pada setiap proses ini terjadi aliran energi dan siklus materi.
  • Tingkat organisme ini disebut sebagai sistem karena mempunyai komponen-komponen dengan fungsi berbeda dengan yang terkoordinasi secara baik, sehingga masing-masing komponen terjadi hubungan timbal balik.

Pengertian Ekosistem Menurut UU Lingkungan Hidup tahun 1997

  • Didalam Undang-Undang Lingkungan Hidup disebutkan, ekosistem adalah tatanan kesatuan yang utuh dan menyeluruh antara berbagai unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi, unsur lingkungan hidup baik biotik atau abiotik, makhluk hidup ataupun benda mati.
  • Dengan semua tersusun dalam ekosistem yang masing-masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling berinteraksi, hingga tidak dapat dipisahkan.

Atau bisa juga sebagai penggabungan dari komponen biosistem yang melibatkan adanya hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungan fisik, sehingga muncul terdapat aliran energi menuju tatanan struktur biotik tertentu, serta menjadi siklus materi antara organisme dan anorganisme.

Didalam pembahasan ekosistem, suatu organisme berkembang bersamaan dengan mengikuti lingkungan sekitar, organisme akan mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, serta dapat pula mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar, yang nantinya akan dijadikan sebagai keperluan hidup dalam kesehariannya.

Banyaknya spesies yang hidup dalam sebuah ekosistem tergantung dari kondisi lingkungan sekitar, baik itu dari segi kesediaan sumber daya, faktor kimiawi, dan fisis yang berada didalamnya untuk memperoleh toleransi dari spesies tersebut, hal inilah yang sering kita kenal dengan hukum toleransi.

Maka dari itu, dengan terciptanya sebuah ekosistem yang baik maka kita tidak perlu khawatir, karena setiap organisme mendapatkan hak-haknya. Namun kembali lagi, banyak kita temui kejadian-kejadian yang merugikan, seperti pencemaran lingkungan yang marak dimana-mana, entah itu pencemaran air atau pencemaran udara dan tanah.

Disinilah peran manusia diperlukan, karena baik dan buruknya lingkungan hampir 80 % berada pada tangan manusia, tinggal manusianya mau merawatnya ataukah merusaknya.

Selanjutnya kita masuk kedalam macam-macam ekosistem.

Macam-Macam Ekosistem dan Contohnya

macam-macam ekosistem
slaidplayer.info

Dalam pembahasan tentang ekosistem, ekosistem sendiri memiliki dua jenis, yaitu : ekosistem alami, dan ekosistem buatan. Untuk lebih jelas mengenal apa itu ekosistem alami dan buatan, langsung saja simak pembahasan berikut ini :

Ekosistem terdiri dari berbagai unsur-unsur seperti :

Unsur Akuatik (air)

Dari unsur ini masih dibagi lagi menjadi banyak contoh, seperti :

  • Ekosistem Air Tawar

ekosistem air tawar
gurugeografi.id

Ekosistem air tawar, atau kita juga menyebutnya dengan ekosistem sungai. Didalam ekosistem air tawar terdapat ciri-ciri/karakteristik, antara lain :

  1. Memiliki tingkat kadar garam yang rendah, bahkan lebih rendah dari sebuah sitoplasma.
  2. Ekosistem air tawar mempunyai banyak tingkat perubahan suhu yang tidak begitu ekstrim, karena ini dapat dilihat dari pergantian suhu antara siang dan malam.
  3. Keterbatasan cahaya matahari, didalam ekosistem ini cahaya matahari sangatlah sedikit, hal ini mengakibatkan area yang terkena sinar matahari hanya dapat diperoleh pada daerah-daerah tertentu.
  4. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Meskipun, tingkat pengaruh yang ditimbulkan oleh kedua aktivitas alam ini sangat kecil dibandingkan pengaruh yang ditimbulkan pada ekosistem darat.

Inilah beberapa ciri karakteristik dari ekosistem air tawar. Namun tidak cukup dengan itu, didalamnya masih dibagi lagi menjadi dua jenis, yang pertama ekosistem lentik dan yang kedua adalah ekosistem lotik.

  • Ekosistem Laut

ekosistem air laut
pixabay.com

Habitat laut (oceanic) ditandai dengan kadar garam yang sangat tinggi dengan ion chipher mencapai 55%, terutama di laut tropis, karena suhu tinggi dan penguapan besar di daerah tropis suhu laut mencapai 25 C.

Didalam ekosistem ini juga terdapat ciri khusus, seperti :

  1. Memiliki kadar air yang tinggi. Ini sangat berbeda 180° dengan ekosistem air tawar, ekosistem ini memiliki kadar garam yang sangat tinggi, yakni sebanyak 0,3% yang sama dengan kepekatan dari sebuah protoplasma.
  2. Terjadi pemborosan energi, ini terbukti dalam rantai makanan yang tercipta relatif panjang, maka dari itu di sepanjang rantai makanan yang tercipta membutuhkan energi yang banyak.
  3. Dipenuhi kehidupan pada semua lini. Ekosistem ini memang dipenuhi dengan makhluk hidup, akan tetapi tidak semua bagian, contohnya palung laut (dasar laut) disini sangat tidak cocok untuk ditempati sebagai kehidupan organisme.
  4. Keterhubungan antar ekosistem. Mengapa didalam ekosistem ini saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, karena disebabkan oleh zona laut yang luas dan panjang. Dari sebab ini didalamnya sering terjadi sirkulasi laut yang bercampur satu dengan yang lain.

Dari ciri diatas hampir sama dengan ciri dari ekosistem air tawar, tetapi bagian permukaanlah yang palling memperoleh aktivitas produksi, mengapa demikian, karena bagian permukaanlah yang terkena cahaya matahari lebih banyak dari pada palung laut (dasar laut).

  • Ekosistem Estuaria 

ekosistem estuari
bp3ambon-kkp.org

Apa itu ekosistem estuaria ….???

Sebelum saya menjelaskan pengertian dari ekosistem estuari, saya akan membahas terlebih dulu arti kata estiari. Estuaria berasal dari kata aetus yang memiliki arti pasang surut.

Estuari memiliki arti sebagai badan air pada wilayah pantai yang setengah tertutup, yang berhubungan dengan lautan bebas. Maka dari itu dalam ekosistem ini sangat terpengaruh dengan pasang surut air laut.

Sebagian besar dari ekosistem estuari didominasi oleh substrat berlumpur yang merupakan endapan yang dibawa oleh air tawar dan air laut, seperti estuari sungai, teluk dan rawa pasang surut. (Bengen, 2002; Pritchard, 1976).

  • Ekosistem Pantai

ekosistem pantai
fajrinnuraida.blogspot.com

Mengapa disebut ekosistem pantai, karena pantai paling banyak tumbuh pada gundukan pasir yang sering disebut dengan tumbuhan ipomoea pes caprae yang memiliki kemampuan dapat bertahan terhadap terpaan angin dan gelombang air laut.

Seperti ekosistem sebelumnya , ekosistem pantai juga memiliki ciri khusus, diantaranya :

  1. Mempunyai garis pantai permanen yang terjaga dengan baik, yaitu wilayah laut yang berbatasan dengan daratan.
  2. Terdapat wilayah ekosistem mangrove dengan jumlah normal 30% dari jumlah total luas pesisir.
  3. Terdapat pola usaha budidaya jenis air payau dengan berpegang pada kawasan yang baik.
  4. Pencemaran pantai selalu dalam kondisi yang dapat dikontrol dengan metode alami ataupun campur tangan manusia.
  5. Pantai menjadi sumber penghidupan bagi manusia disekitarnya, serta rumah bagi berbagai makhluk hidup.

Nah itulah beberapa ciri dari ekosistem pantai, namun tidak hanya itu, didalam ekosistem pantai masih terdapat berbagai ekosistem turunannya, seperti :

a) Ekosistem Terumbu Karang atau Corall Reef.

b) Ekosistem Hutan Bakau atau Mangrove.

c) Ekosistem padang lamun atau Sea Grass.

d) Ekosistem Muara Sungai atau Estuari.

e) Ekosistem Pantai Berbatu atau Rocky Beach.

  • Ekosistem Terumbu Karang

ekosistem terumbu karang
pixabay.com

Merupakan ekosistem yang terdiri dari coral dengan jarak berada pada bibir pantai. Dan makhluk yang mampu bertahan hidup hanyalah organisme mikroskopis dan sisa-sisa organik lain.

  • Ekosistem Lamun 

ekosistem lamun
pasberikta.com

Lamun merupakan tumbuhan tunggal yang hanya dapat bertahan di lingkungan laut yaitu dengan adanya bunga sebagai hasil.

  • Ekosistem Laut dalam

ekosistem laut dalam
pixabay.com

Ekosistem laut dalam memiliki kedalaman kurang lebih 6.000 Meter, serta hewan lele dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahayalah yang dapat hidup pada kawasan ini.

Terestorial (Ekosistem Darat)

  • Hutan Hujan Tropis
  • Sabana
  • Padang Rumput
  • Taiga
  • Gurun
  • Tundra
  • Hutan Gugur
  • Gua (Karst)

Komponen Pembentuk Ekosistem

Dalam ekosistem terdapat beberapa komponen penting yang harus ada didalamnya, seperti :

Komponen Abiotik

Komponen Abiotik atau sering kita kenal dengan sebutan komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia dimana pada permukaan terdapat organisme yang hidup.

Sebagian besar komponen abiotik bermacam jenisnya dalam ruang dan waktu, komponen abiotik dapat berupa senyawa organik, bahan organik, dan faktor yang mempengaruhi distribusi organisme. Adapun faktor tersebut adalah :

Air, Ketersediaan air sangat mempengaruhi distribusi organisme, organisme di gurun beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.

Sinar Matahari, Kadar dan kualitas cahaya juga mempengaruhi proses fotosintesis, fotosintesis sendiri terjadi di sekitar permukaan matahari yang terjangkau. Dalam kawasan padang pasir kadar cahaya yang besar membuat peningkatan suhu, sehingga hewan dan tumbuhan mengalami depresi.

Tanah dan Batu, Karakteristik struktur fisik tanah, pH dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada isi sumber makanan mereka di tanah.

Garam, Konsentrasi garam yang dapat mempengaruhi keseimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Sebagian organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan yang mengandung kadar garam tinggi.

Suhu, Proses biologis dapat terpengaruh oleh suhu, seperti mamalia dan burung membutuhkan energi untuk mengatur suhu di dalam tubuh.

Iklim, Merupakan kondisi cuaca untuk kurun waktu yang  lama di suatu wilayah.

  • Iklim makro meliputi iklim global, regional, dan lokal.
  • Iklim mikro termasuk iklim di daerah yang dihuni oleh komunitas tertentu.

Selanjutnya adalah komponen biotik (komponen hidup)

Komponen Biotik

Komponen biotik adalah komponen yang tersusun dari sejumlah makhluk hidup. Dimana organisme yang terdapat didalamnya sangatlah beragam, mulai dari ukuran kecil hingga besar. Ada beberapa macam komponen biotik ini, seperti :

Produsen, Adalah organisme yang dapat memproduksi makanan sendiri lewat fotosintesis, contoh organismenya seperti tumbuhan hijau, maupun tumbuhan-tumbuhan lain yang memiliki klorofil.

Konsumen (Heterotrof), Ialah suatu organisme yang tidak mampu membuat makanannya sendiri, biasanya bergantung pada organisme lain yang dapat memproduksi makanan sendiri.

Pengurai (Dekomposer), adalah organisme yang bertugas menguraikan bahan-bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati, dia akan menyerap hasil dari penguraiannya, serta akan melepaskan bahan-bahan sederhana yang akan digunakan oleh produsen. Pengurai juga terdapat beberapa jenis dekomposer, sepert :

  • Aerobik, yaitu pengurai yang memanfaatkan oksigen sebagai penerima oksidan atau elektron.
  • Anaerobik, yaitu pengurai yang memanfaatkan bahan organik sebagai penerima oksidan/elektronik, sedangkan oksigen tidak termasuk didalamnya.
  • Fermentasi, adalah jenis pengurai anaerobik, tetapi oksidasi dan bahan organik juga berperan sebagai elektron. Komponen ini berada pada satu tempat dan membentuk suatu ekosistem yang teratur. Contoh, dalam ekosistem akuarium, ikan berperan sebagai komponen heterotrofik, tanaman air sebagai komponen autotrof, plankton mengambang di air sebagai komponen pengurai, sedangkan komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang larut dalam air.

Ketergantungan Antara Komponen Biotik dan Abiotik

Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antara komponen biotik dan abiotik melalui beberapa jalur, seperti contoh berikut :

  1. Jaring makanan, yaitu rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain untuk membentuk jaring makanan, karena setiap spesies hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup.
  2. Rantai makanan, merupakan perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan oleh urutan tertentu, setiap tingkat rantai makanan disebut tingkat trofit. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan nabati, tingkat trofi pertama selalu diambil oleh tanaman hijau sebagai produsen.

Selain ketergantungan diatas, terdapat juga melalui jalur materi, seperti :

  1. Siklus Karbon
  2. Siklus Air
  3. Siklus Nitrogen
  4. Siklus Sulfur

Siklus-siklus ini berfungsi untuk mencegah bentuk materi menumpuk pada tempat tertentu, aktivitas manusia telah menciptakan sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, dan manusia lebih sering mengganggu keseimbangan lingkungan.

Demikian sedikit ulasan mengenai Pengertian Ekosistem beserta keluarganya. Semoga dengan informasi ini mampu menambah pengetahuan anda, seta dapat menyelesaikan jawaban dari persoalan anda.

Sekian dan terima kasih, salam sukses untuk kita semua (salam ndika.net)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *