Cara Mudah Menanam Cabe | Lengkap Cara Perawatan |

Ndika.net, – Cabai merupakan jenis buah-buahan yang erat disetiap pola hidup manusia, terutama masalah makan. Kerena tidak bisa dibungkiri bahwa masyarakat (+62) selalu menggunakan cabai dalam setiap makanan. Terlepas dari fungsinya digunakan untuk makanan, namun cabai juga memiliki barjuta manfaat.

Sejarah Cabe Dunia

Sebagai Pengetahuan, ternyata cabai tidaklah berasal dari bumi kita. Melainkan dibawa oleh Colombus, tepatnya dari berua Amerika bagian tengah dan selatan.

Tahun 7000 SM cabai telah digunakan oleh suku Indian, merambat pada tahun 5200-3400 SM baru mulai dipergunakan oleh masyarakat benua Amerika.

Hebatnya pada tahun yang sama masyarakat Benua Amerika juga sudah mengenal sistem pembudidayaan dengan cara menyetek dan mencangkok cabai.

Ketika Colombus menemukan benua Amerika (abad XV), dia heran kerena melihat penduduk Amerika sudah bisa membudayakan tanaman cabai.

Tahun 1502 Colombus mulai mengenalkan masyarakat dengn tanaman cabai. Dan Spanyol sebagai negara pertama dalam menggunakan cabai sebagai tambahan untuk bumbu masak.

Perkembangan di benua Eropa sangatlah cepat sampai disetiap negara mengenal dan mulai menggunakan. Lalu, Spanyol dan Portugis menyerbarluaskan dengan cara menanam cabe di wilayah Asia (terutama indonesia).

Cabai Masuk Ke Indonesia

sejarah cabe

Memang tidak disebutkan secara jelas dalam catatan sejarah, namun dapat dianalisa bahwa cabai mulai masuk di Indonesia berkisar abad XV hingga XVI, yang mana Portugis sebagai dalang dalam penguasaan perdagangan rempah-rempah di Nusantara.

Tahun 1512 dan 1521 pemimpin Kerajaan Sunda melakukan musyawarah dengan Portugis, mereka membahas tentang perjanjian dan pemberian akses dagang terhadap orang Portugis.

Sebagai hasil dari rundingan tersebut, Portugis lalu membangun sebuah benteng di Sunda Kelapa, kemudian tahun selanjutnya Portugis memberikan hadiah kepada Kerajaan Sunda berupa mingirimkan kapal berisikan barang-barang.

Besar kemungkinan jika salah satu barang tersebut merupakan benih cabai.

Tahun 1527 Portugis diusir oleh Kerajaan Demak, lalu pindah ke Indonesia bagian timur (Maluku).

Dahulu Indonesia mengalami satu jaman yang disebut sistem tanam paksa. Dalam hal ini masyarakat Indonesia dipaksa untuk menanam apapun yang dianggap menguntungkan bagi penjajah di ladang mereka sendiri.

Tidak terkecuali cabai, karena pada masanya cabai juga termasuk tanaman yang disukai oleh masyarakat eropa.

Hal ini terbukti dengan adanya kiriman cabai ribuan kilo dari pelabuhan Jakarta, Cirebo, Semarang, dan Surabaya menuju Sumatera dan Kalimantan pada tahun 1918.

Masyarakat Jawa menggunakan cabai dalam campuran memasak dan sebagai obat ketika abad XIX dan XX.

Cabai sudah melekat pada masyarakat Indonesia sejak dulu hingga sekarang. Sekarang harga cabai tergolong (fluktuatif) naik turun.

Harga cabai tercatat dalam rekor termahal berada di negara Peru, disini harga mencapai 300 Juta/ kg. Yaitu jenis cabai Charapita. Sedangkan cabai rawit di Indonesia termahal mencapai 120rb/ kg.

Cara Menanam Cabai

Dalam penanaman cabai ada bayak cara yang dapat kalian gunakan, salah satunya yang akan admin bagikan.

Menyiapkan Tanah/ Media Tanam

Hal yang harus kita pikirkan pertama yaitu tanah/ media tanam, dalam cara untuk menanam cabe kita perl menggunakan seperti :

  • Sediakan tanah yang digunakan adalah jenis tanah yang biasa saja/ jenis frumosol, tanah gambut, tanah berpasir, (jangan yang berlumpur/ berkapur)
  • Selanjutnya yaitu pupuk kandang (kalian bisa menggunakan hasil dari kotoran kambing/ sapi)
  • Bahan selanjutnya yaitu sekam (hasil pemisahan antara padi dengan beras). Kalian bisa menggunakan sekam biasa/ sekam yang sudah dibakar (arang sekam) sama saja.
  • Sediakan juga kapur pertanian (dolomit) kapur ini bertujuan untuk mengantisipasi asam tanah/ menurunya asam tanah. (Kalian bisa mencarinya di toko pertanian terdekat). Namun jika tidak mendapati dolomit (kapur pertanian), kalian bisa menggunakan kapur bangunan.

Apakah tidak masalah menggunakan pupuk kapur bangunan?

Tentunya tidak mengapa, perbadaannya hanya terletak pada proses produksinya saja. Jika kapur dolomit merupakan batu kapur alam digiling langsung tanpa dibakar, sedangkan kapur bangunan digiling kemudian dibakar.

  • Lalu siapkan satu ember kecil pupuk organik padat.
  • Setelah semua bahan tersebut ada sekarang campurlah semuanya (tapi untuk sekam, kapur dan pupuk organik padat jangan, karena mereka nanti cukup ditaburkan seperti toping begitu, namun tetap harus diaduk kembali biar merata).

Note : (opsional) jika kalian memiliki pengayak pasir/ ayakan, kalian bisa menggunakannya untuk memisahkan bebatuannya.

Kalian harus ingat ya, ketika media tanam ini selesai dibuat. Jangan langsung digunakan, namun sirami dan diamkan selama 2-3 hari, baru siap digunakan.

Fungsinya apa? yaitu supaya semua bahan benar-benar tercampur, dari pupuk organik padat, kapur pertanian, pupuk kandang, sehingga akan tercipta hasil yang lebih maksimal.

Cara Memilih Tempat Tanam (Wadah) untuk Menanam Cabe

cara menanam cabe

Dalam tata cara menanam cabe kalian juga mesti mempersiapkan tempat yang nanti akan digunakan untuk wadah bibit, kalian bisa menggunakan wadah pot atau karung.

Jika kalian menggunakan pot, maka kalian harus menambahkan lubang pada bagian bawah dan bagian samping paling bawah pada pot. Mengapa demikian?

Karena ketika musim penghujan dikhawatirkan setiap air yang masuk kedalam pot tidak bisa langsung terbuang, maka hal ini bisa menimbulkan penurunan ph tanah (tanah menjadi asam).

Akhibatnya batang dari cabai bisa membusuk, dan bunganya dapat berguguran, terlebih bakteri dan hama akan semakin cepat berkembang.

Jika kalian ingin menggunakan karung maka tidak perlu khawatir, karena pada bagian karung memiliki pori-pori yang siap setiap saat membuang air dan dari bagian manapun.

Untuk kalian yang ingin menggukan polybag, caranya sama seperti menggunakan pot. Kalian bisa menambahkan lubang bada bagian bawah polybag.

Pemilihan Bibit

Cara agar menanam bibit cabe supaya menjadi bibit unggul, kalian harus memperhatikan hal berikut ini.

Dalam pemilihan bibit, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Mengapa demikian karena semuanya berkesinambungan, ada keterkaitar antara proses 1 dengan lainnya.

Contoh seperti ini, ketika kita sudah memilih bibit yang dirasa paling bagus, namun dalam pemupukan atau perawatan jelek, maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Justru yang akan kalian dapatkan hanyalah kegagalan.

Untuk bibitnya kalian bisa menggunakan secara langsung benih cabai yang baru selesai dikupas (tanpa dijemur), atau kalian juga bisa menggunakan benih yang dijemur terlebih dahulu (menurut saya tidak masalah mau dijemur dulu atau langsung setelah dikupas).

Dalam Pemilihan benih cabai kita bisa memetiknya dari pohon sendiri (pilih yang sudah matang, paling bagus bentuknya, paling besar, paling mulus) jika tidak memiliki pohon kita juga bisa ambil langsung dari dapur (hasil kita belanja di pasar).

Atau jika kalian tidak mau ribet, juga bisa langsung membelinya di toko pertanian terdekat/ online juga bisa.

Pemilihan Jenis Pupuk

Untuk jenis pupuk yang digunakan saya merekomendasikan untuk menggunkan pupuk kompos (pupuk kandang), mengapa demikian karena pupuk kandang akan menghidupkan kembali tanah, menyuburkan dan membuat tetap hidup microba-microba baik didalam tanah.

Bagaimana jika kita menggunakan Pupuk Kimia?

Jika kita menggunakan pupuk kimia, makan tanah yang kita gunakan akan mati, microbra baik yang terkandung dalam tanah akan juga mati, sehingga tidak baik dalam kelangsungan pertumbuan tanaman.

Note : Sebaiknya menggunakan pupuk kandang (kompos)

Proses Semai Bibit

Setelah kita persiapkan bahan-bahan (pada pembahasan diatas) sekarang kita mulai proses menyemai bibit cabe. berikut urutannya :

  1. Setelah kita mendiamkan media tanam yang kita buat tadi selama kurang lebih 4 hari, kita bisa memakainya untuk ditaburi benih cabai.
  2. Kalian bisa menaburkan benih cabai diatas media tanam secara merata (boleh menggunakan benih cabai pertanian/ memetik sendiri dikebun)
  3. Kemudian diberi/ ditaburkan sekam (bisa sekam arang, atau sekam biasa.

Apa fungsi dari sekam tersebut?

 

Fungsi sekam ini yaitu supaya media tanam tidak cepat lembab, selain itu juga sebagai pelindung dari terik matahari langsung, dan mencegah penguapan.

Perawatan

Untuk perawatan setelah proses semai, kalian harus :

  • Kalian tempatkan di area yang tidak terkena air hujan (ingat, jangan sampai terkena air hujan pada proses persemaian)
  • Tempatkan di area yang sejuk (boleh terkena cahaya matahari namun jangan terlalu sering)

Contohnya kalian bisa menaruhnya di sebelah barat rumah, dipagi hari tidak terkena cahaya matahari, namun ketika sudah masuk siang baru mulai terkena sinar, jadi tidaklah terlalu lama.

  • Untuk bagian penyiraman, kalian bisa melakukan 2x sehari pagi dan sore. Dalam penyiraman bisa menggunakan air kolam ikan atau air biasa. (ingat! hanya dilakukan ketika benih belum tumbuh sampai benih meiliki daun semu (selama kurang lebih 15 hari) 
  • Selanjutnya, dari daun semu akan kita siram dengan menggunakan Mol (bisa 3 hari sekali/ 7 hari sekali)
  • Selanjutnya ketika bibit sudah berusia 1 bulan, maka siap untuk ditanam.
  • Dalam perawatan masa tanam ini, bibit sebisa mungkin disiram menggunakan air cucian beras yang difermentasi, atau air rendaman sabut kelapa, air rendaman pupuk kandang, MOL (yang terbuat dari urin sapi), dan yang lainnya.

Perawatran dari Hama

Hama ulat yang menyerang terhadap tanaman cabai terbilang sangat mudah dikenali, pasalnya mereka hanya beraktifitas/ bergerak pada keadaan suhu turun, seperti saat mendung dam malam hari.

Jika kalian ingin menanganinya secara manual kita bisa mengambil ulat tersebut ketika malam hari, saat mereka beraktifitas.

Atau secara praktisnya kalian dapat menggunakan insektisida kemudian disemprotkan pada malam hari, (saya sarankan menggunakan insektisida organik, yakni dengan perpaduan perasan daun dan batang pohon tembakau)

Selain perawatan dari hama ulat, kalian juga harus mengontrol kondisi tanah disekitar bibit cabe, singkirkan tanaman parasit yang mengganggu proses perkembangan bibit cabe.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai bagaimana cara menanam cabe, semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *